IMRaD adalah singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion, atau Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan. Ini kerangka yang dipakai sebagian besar jurnal penelitian empiris, dari kesehatan, teknik, sampai pendidikan dan ilmu sosial. Setiap bagian menjawab satu pertanyaan:
- Pendahuluan: Mengapa penelitian ini dilakukan?
- Metode: Bagaimana penelitian dilakukan?
- Hasil: Apa yang ditemukan?
- Pembahasan: Apa arti temuan itu?
Kerangka ini memudahkan pembaca. Reviewer yang ingin memeriksa desain penelitian langsung membuka Metode. Praktisi yang hanya ingin tahu temuan langsung membuka Hasil dan Pembahasan. Bagi penulis, IMRaD memberi peta yang jelas: kamu tahu apa yang harus masuk ke setiap bagian dan apa yang tidak.
Bentuk Jam Pasir
Bayangkan artikel IMRaD seperti jam pasir. Pendahuluan dimulai luas, lalu menyempit ke pertanyaan penelitian. Metode dan Hasil berada di bagian sempit, sangat spesifik pada penelitianmu. Pembahasan kembali melebar: menghubungkan temuan dengan penelitian lain dan dengan implikasi yang lebih umum.
Bentuk ini membantu menghindari kesalahan umum, seperti Pendahuluan yang langsung membahas detail angket atau Pembahasan yang hanya mengulang tabel hasil.
Pendahuluan: Dari Masalah ke Pertanyaan
Pendahuluan yang baik biasanya memiliki tiga langkah:
- Menetapkan wilayah. Jelaskan topik dan mengapa penting, dengan dukungan rujukan.
- Menunjukkan celah. Tunjukkan apa yang belum diketahui, belum diteliti di konteks tertentu, atau masih diperdebatkan.
- Mengisi celah. Sebutkan tujuan, pertanyaan, atau hipotesis penelitianmu.
Contoh kalimat celah: “Sebagian besar studi tentang adopsi pembayaran digital oleh pelaku usaha mikro dilakukan di kota besar, sementara bukti dari wilayah perdesaan masih terbatas.” Kalimat ini langsung menyiapkan pembaca untuk tujuan penelitianmu.
Di artikel jurnal, tinjauan pustaka biasanya dilebur ke Pendahuluan dan jauh lebih ringkas daripada Bab 2 skripsi atau tesis. Pilih rujukan yang benar-benar membangun argumen menuju celah. Teknik menyusunnya dibahas di artikel menyusun tinjauan pustaka yang tidak sekadar ringkasan.
Metode: Cukup Rinci untuk Diulang
Patokan sederhana untuk bagian Metode: peneliti lain harus bisa mengulang penelitianmu berdasarkan deskripsi ini. Isinya umumnya:
- Desain penelitian, misalnya survei potong lintang, eksperimen, studi kasus, atau etnografi.
- Partisipan, sampel, atau sumber data, termasuk cara memilihnya.
- Instrumen dan prosedur pengumpulan data.
- Teknik analisis, termasuk perangkat lunak yang dipakai.
- Pertimbangan etika, seperti persetujuan partisipan dan izin komite etik bila diperlukan.
Tulis Metode dalam bentuk lampau dan dengan nada deskriptif. Jangan memasukkan hasil di sini. Kalimat seperti “Sebanyak 82% responden setuju…” termasuk Hasil, bukan Metode. Gunakan subjudul bila metodenya panjang, misalnya “Partisipan”, “Instrumen”, dan “Analisis Data”.
Hasil: Sajikan Tanpa Menafsirkan Berlebihan
Bagian Hasil menyajikan temuan secara objektif dan berurutan sesuai pertanyaan penelitian. Beberapa prinsip:
- Mulai dari temuan yang paling penting atau ikuti urutan pertanyaan penelitian.
- Gunakan tabel dan grafik untuk data yang banyak, lalu di teks tonjolkan pola utamanya saja. Jangan membacakan isi tabel baris per baris.
- Laporkan statistik secara lengkap sesuai kebiasaan bidangmu, misalnya ukuran efek dan interval kepercayaan, tidak hanya nilai p.
- Untuk penelitian kualitatif, sajikan tema dengan kutipan partisipan yang representatif.
Tafsiran ringan boleh muncul, seperti “hubungan ini lebih kuat pada kelompok usia muda”. Namun penjelasan mengapa itu terjadi dan bagaimana dibandingkan dengan penelitian lain sebaiknya ditunda ke Pembahasan. Panduan menyusun tabel dan grafik yang mudah dibaca ada di artikel tentang grafik dan tabel dalam makalah ilmiah.
Pembahasan: Menjawab “Lalu Kenapa?”
Banyak penulis pemula kesulitan di bagian ini. Pembahasan yang kuat biasanya mengikuti urutan berikut:
- Ringkas temuan utama dalam satu atau dua kalimat, tanpa mengulang angka secara detail.
- Tafsirkan temuan itu: apa penjelasan yang mungkin?
- Bandingkan dengan penelitian sebelumnya: sejalan, berbeda, atau memperluas? Bila berbeda, tawarkan alasan yang masuk akal.
- Sebutkan implikasi teoretis dan praktis.
- Akui keterbatasan secara jujur dan spesifik.
- Sarankan penelitian lanjutan yang konkret.
Hindari klaim yang lebih besar dari data. Penelitian di tiga sekolah tidak bisa membuktikan sesuatu untuk seluruh Indonesia. Pilih kata kerja yang sesuai, misalnya “menunjukkan”, “mengindikasikan”, atau “konsisten dengan”.
Bagian di Luar IMRaD
Artikel lengkap juga memiliki bagian pendukung:
- Judul dan abstrak. Ringkasan seluruh artikel. Lihat cara menulis abstrak yang padat.
- Simpulan. Sebagian jurnal memintanya sebagai bagian terpisah, sebagian lain menggabungkannya ke Pembahasan.
- Ucapan terima kasih, pendanaan, dan konflik kepentingan.
- Daftar pustaka dan lampiran.
Mengubah Bab Tesis Menjadi Artikel IMRaD
Banyak mahasiswa pascasarjana harus menerbitkan artikel dari tesisnya. Tesis bisa ratusan halaman, sedangkan artikel jurnal biasanya jauh lebih pendek. Berikut cara memetakannya:
| Bagian tesis | Menjadi bagian artikel | Yang perlu dilakukan |
|---|---|---|
| Bab 1 Pendahuluan | Pendahuluan | Pangkas latar umum, pertajam celah |
| Bab 2 Kajian Pustaka | Pendahuluan (dan sebagian Pembahasan) | Ambil rujukan kunci saja |
| Bab 3 Metode | Metode | Ringkas, hapus definisi buku teks |
| Bab 4 Hasil dan Pembahasan | Hasil, Pembahasan | Pilih satu pertanyaan atau temuan inti |
| Bab 5 Simpulan | Simpulan | Fokus pada implikasi temuan yang dipilih |
Kuncinya adalah memilih satu pesan utama per artikel. Tesis dengan tiga pertanyaan penelitian kadang lebih baik dijadikan dua artikel terpisah daripada satu artikel yang penuh sesak. Pastikan dua artikel itu benar-benar membahas hal berbeda, agar tidak dianggap publikasi berulang.
Kapan IMRaD Tidak Dipakai?
Tidak semua tulisan ilmiah memakai IMRaD. Artikel ulasan, esai teoretis, studi hukum normatif, kajian filsafat, dan sebagian penelitian humaniora sering memakai struktur berbasis argumen dengan subjudul tematik. Jurnal tertentu juga menempatkan Metode di akhir artikel. Selalu ikuti pedoman jurnal dan perhatikan artikel yang sudah terbit di sana.
Contoh Kerangka Singkat
Untuk penelitian tentang pemakaian pembayaran digital oleh usaha mikro di perdesaan, kerangka IMRaD-nya bisa sesederhana ini: Pendahuluan membahas pertumbuhan pembayaran digital, celah bukti dari perdesaan, dan tujuan penelitian. Metode menjelaskan survei terhadap pelaku usaha di beberapa desa dan analisis regresi. Hasil menyajikan tingkat pemakaian dan faktor yang berhubungan. Pembahasan menafsirkan peran akses internet dan kepercayaan, lalu membandingkannya dengan studi perkotaan.
Daftar Periksa IMRaD
- Pendahuluan berakhir dengan tujuan atau pertanyaan penelitian yang jelas.
- Metode cukup rinci untuk diulang orang lain.
- Hasil tidak memuat pembahasan panjang, dan Pembahasan tidak memuat data baru.
- Setiap tabel dan gambar dirujuk di teks.
- Pembahasan membandingkan temuan dengan penelitian lain dan menyebut keterbatasan.
- Simpulan menjawab pertanyaan penelitian, tidak lebih.
Setelah kerangka ini terasa alami, menulis artikel jadi lebih cepat. Kamu bisa menulis bagian Metode lebih dulu, karena paling mudah, lalu Hasil, Pembahasan, Pendahuluan, dan terakhir abstrak.