Jurnal yang tepat untuk artikel pertama adalah jurnal yang rutin memuat artikel sejenis dengan naskahmu, punya proses telaah sejawat yang jelas, dan cocok dengan kebutuhanmu, misalnya syarat kelulusan, waktu, dan anggaran. Jurnal paling bergengsi belum tentu pilihan terbaik. Naskah yang dikirim ke jurnal yang tidak cocok biasanya ditolak di meja editor dalam hitungan hari atau minggu.
Artikel ini membahas cara menyaring pilihan secara bertahap, dari daftar panjang menjadi dua atau tiga kandidat.
Langkah 1: Tentukan Kebutuhanmu Dulu
Sebelum mencari jurnal, jawab beberapa pertanyaan ini dengan jujur:
- Untuk apa publikasi ini? Syarat lulus magister atau doktor, angka kredit dosen, laporan hibah, atau membangun rekam jejak?
- Apakah ada syarat jenis jurnal? Misalnya jurnal nasional terakreditasi peringkat tertentu atau jurnal internasional bereputasi. Aturan ini ditetapkan kampus atau lembaga, dan bisa berubah. Cek pedoman terbaru di program studi atau lembaga yang relevan.
- Berapa lama waktumu? Bila tenggat kelulusan tinggal beberapa bulan, jurnal dengan antrean telaah panjang berisiko.
- Berapa anggaranmu? Sebagian jurnal akses terbuka mengenakan biaya pemrosesan artikel (APC), sebagian lain gratis.
Jawaban ini akan menyaring banyak pilihan sejak awal.
Langkah 2: Buat Daftar Panjang dari Daftar Pustakamu
Cara paling praktis adalah melihat referensi naskahmu sendiri. Jurnal yang paling sering muncul di daftar pustaka biasanya membahas topik yang sama. Tambahkan juga:
- Jurnal tempat pembimbing atau rekan satu bidang pernah menerbitkan.
- Hasil pencarian kata kunci topikmu di basis data seperti Google Scholar, portal jurnal nasional, atau basis data bidang tertentu.
- Jurnal akses terbuka yang terindeks di Directory of Open Access Journals (DOAJ).
Kumpulkan 8–12 nama jurnal dalam tabel sederhana. Satu baris untuk satu jurnal.
Langkah 3: Cek Kecocokan Cakupan
Buka halaman “Aims and Scope” atau “Fokus dan Ruang Lingkup” tiap jurnal. Lalu, yang lebih penting, baca daftar isi dua atau tiga terbitan terakhir. Pernyataan cakupan sering ditulis luas, sedangkan daftar isi menunjukkan apa yang benar-benar diterbitkan.
Tanyakan pada dirimu:
- Apakah ada artikel dengan topik, metode, atau konteks yang mirip?
- Apakah jurnal memuat penelitian dengan skala sepertimu, misalnya studi kasus satu daerah atau survei lokal?
- Apakah pembaca jurnal ini adalah orang yang kamu ingin jangkau?
Contoh: naskah tentang evaluasi program literasi di beberapa sekolah dasar di satu kabupaten lebih cocok untuk jurnal pendidikan dasar atau kebijakan pendidikan daripada jurnal psikologi kognitif yang memuat eksperimen laboratorium.
Langkah 4: Periksa Kredibilitas
Jurnal yang cocok topiknya belum tentu jurnal yang sehat. Periksa hal-hal berikut:
- Dewan editor bisa ditelusuri dan berasal dari bidang yang relevan.
- Proses telaah sejawat dijelaskan dengan jelas.
- Terbitan rutin sesuai jadwal yang diumumkan.
- Biaya, bila ada, diumumkan terbuka sebelum pengiriman.
- Status indeksasi atau akreditasi bisa diverifikasi di situs resmi pengindeks atau portal akreditasi, bukan hanya dari klaim di situs jurnal.
Bila ada tanda mencurigakan, misalnya janji terbit dalam seminggu atau email undangan yang memuji berlebihan, pelajari dulu ciri-ciri jurnal predator sebelum mengirim.
Langkah 5: Baca Pedoman Penulis
Pedoman penulis berisi batas kata, format sitasi, struktur naskah, bahasa, dan dokumen pendukung. Beberapa hal yang perlu dicatat:
- Jenis artikel yang diterima: artikel penelitian, ulasan, catatan singkat.
- Batas panjang naskah dan abstrak.
- Gaya sitasi: APA, IEEE, Vancouver, atau gaya khusus jurnal.
- Kebijakan preprint dan lisensi artikel.
- Biaya dan kebijakan keringanan.
Bila naskahmu jauh melebihi batas kata atau formatnya sangat berbeda, pertimbangkan apakah revisi besar itu sepadan.
Langkah 6: Bandingkan Kandidat dengan Tabel
Setelah penyaringan, biasanya tersisa tiga sampai lima jurnal. Bandingkan dengan tabel seperti ini:
| Kriteria | Jurnal A | Jurnal B | Jurnal C |
|---|---|---|---|
| Kecocokan topik (1–5) | 5 | 4 | 3 |
| Memenuhi syarat kampus | Ya | Ya | Tidak |
| Perkiraan waktu telaah | Panjang | Sedang | Singkat |
| Biaya | Tidak ada | Ada, terbuka | Ada |
| Bahasa | Inggris | Indonesia/Inggris | Indonesia |
Isi tabel dengan data dari situs jurnal. Perkiraan waktu telaah bisa dilihat dari tanggal “received” dan “accepted” pada artikel terbaru, bila jurnal mencantumkannya.
Langkah 7: Susun Urutan Pengiriman
Tentukan pilihan pertama, kedua, dan ketiga. Bila ditolak di pilihan pertama, kamu bisa langsung merevisi dan mengirim ke pilihan berikutnya tanpa mulai dari nol. Ingat, satu naskah hanya boleh dikirim ke satu jurnal pada satu waktu. Mengirim ke beberapa jurnal sekaligus melanggar etika publikasi.
Kesalahan Umum Penulis Pemula
- Memilih hanya berdasarkan peringkat. Jurnal papan atas menolak sebagian besar naskah. Bila waktumu terbatas, pilih jurnal yang realistis.
- Mengabaikan pembaca. Artikel yang terbit di jurnal yang tidak dibaca komunitasmu jarang dikutip.
- Tidak membaca artikel terbitan jurnal itu. Kamu kehilangan petunjuk gaya dan kedalaman yang diharapkan.
- Percaya pada klaim indeksasi tanpa verifikasi. Selalu cek langsung di sumber resmi pengindeks.
Menulis Surat Pengantar untuk Editor
Setelah memilih jurnal, kamu biasanya perlu menulis surat pengantar (cover letter). Surat ini singkat, cukup tiga atau empat paragraf, tetapi sering dibaca editor sebelum naskahnya. Isinya:
- Judul naskah dan jenis artikel yang dikirim.
- Dua atau tiga kalimat tentang pertanyaan penelitian dan temuan utama.
- Alasan naskah cocok untuk jurnal ini, misalnya karena melanjutkan diskusi yang pernah dimuat di jurnal tersebut.
- Pernyataan bahwa naskah asli, belum diterbitkan, dan tidak sedang dikirim ke jurnal lain.
- Pernyataan konflik kepentingan dan persetujuan semua penulis.
Contoh kalimat alasan kecocokan: “Naskah ini menanggapi diskusi tentang evaluasi program literasi yang dimuat jurnal ini dalam dua terbitan terakhir, dengan menambahkan bukti dari sekolah di wilayah perdesaan.” Kalimat seperti ini menunjukkan bahwa kamu mengenal jurnal yang kamu tuju dan tidak sekadar mengirim ke banyak tempat.
Daftar Periksa Singkat
- Kebutuhan dan syarat publikasi sudah jelas.
- Jurnal memuat artikel sejenis dalam terbitan terbaru.
- Kredibilitas dan status indeksasi sudah diverifikasi.
- Pedoman penulis sudah dibaca lengkap.
- Biaya dan perkiraan waktu sesuai rencanamu.
- Ada urutan cadangan bila ditolak.
Setelah jurnal dipilih, langkah berikutnya adalah memahami apa yang terjadi setelah tombol kirim ditekan. Baca penjelasan tentang proses peer review agar kamu tahu tahap apa saja yang akan dilalui naskahmu.