Mengenal Proses Peer Review: Dari Pengajuan sampai Keputusan

Peer review atau telaah sejawat adalah proses ketika naskahmu dinilai oleh peneliti lain di bidang yang sama sebelum jurnal memutuskan untuk menerbitkannya. Tujuannya menjaga mutu: memastikan metode masuk akal, data mendukung simpulan, dan naskah memberi sumbangan baru. Bagi penulis pemula, proses ini sering terasa seperti kotak hitam. Padahal tahapannya cukup teratur dan bisa dipahami.

Secara ringkas, naskah melewati lima tahap: pengiriman, pemeriksaan awal oleh editor, telaah oleh reviewer, keputusan editor, lalu revisi dan keputusan akhir. Mari kita bahas satu per satu.

Tahap 1: Pengiriman Naskah

Sebagian besar jurnal memakai sistem pengiriman daring. Di Indonesia, banyak jurnal memakai Open Journal Systems (OJS). Jurnal internasional memakai berbagai sistem milik penerbit. Biasanya kamu akan mengunggah:

  • Naskah utama, sering dalam versi tanpa nama penulis untuk telaah buta.
  • Halaman judul berisi nama, afiliasi, dan kontak penulis.
  • Surat pengantar (cover letter) untuk editor.
  • Pernyataan etika, konflik kepentingan, dan ketersediaan data bila diminta.
  • Gambar dan tabel dalam berkas terpisah bila diminta.

Setelah terkirim, status naskah biasanya berubah menjadi “Submitted” atau “Awaiting editor assignment”.

Tahap 2: Pemeriksaan Awal oleh Editor

Editor, atau staf redaksi, memeriksa apakah naskah memenuhi syarat dasar. Pada tahap ini banyak naskah langsung ditolak. Penolakan seperti ini disebut desk rejection, yaitu penolakan tanpa dikirim ke reviewer. Alasan umumnya:

  • Topik di luar cakupan jurnal.
  • Format jauh dari pedoman penulis.
  • Kontribusi dianggap terlalu kecil atau tidak jelas.
  • Kemiripan teks tinggi dengan sumber lain berdasarkan pemeriksaan perangkat lunak.
  • Bahasa sangat sulit dipahami.

Desk rejection memang mengecewakan, tetapi justru hemat waktu. Kamu bisa segera memperbaiki naskah dan mengirim ke jurnal lain. Cara terbaik menghindarinya adalah memilih jurnal yang cakupannya benar-benar cocok dan mematuhi pedoman penulis.

Tahap 3: Telaah oleh Reviewer

Bila lolos pemeriksaan awal, editor mengundang dua atau tiga reviewer. Reviewer adalah peneliti di bidang terkait yang umumnya bekerja sukarela. Mencari reviewer yang bersedia bisa memakan waktu, dan inilah salah satu penyebab proses terasa lama.

Model telaah yang umum

Model Penulis tahu reviewer? Reviewer tahu penulis?
Single-blind Tidak Ya
Double-blind Tidak Tidak
Open review Ya Ya

Pada model double-blind, kamu perlu menghapus nama, afiliasi, ucapan terima kasih yang menyebut nama, dan metadata berkas dari naskah yang ditelaah. Rujukan ke karya sendiri juga kadang perlu ditulis dalam orang ketiga.

Apa yang dinilai reviewer

  • Kejelasan pertanyaan penelitian dan kebaruannya.
  • Kesesuaian metode dengan pertanyaan.
  • Ketepatan analisis dan penyajian hasil.
  • Apakah simpulan didukung data.
  • Kecukupan dan kemutakhiran rujukan.
  • Kejelasan tulisan, tabel, dan gambar.

Reviewer menulis komentar untuk penulis dan rekomendasi untuk editor. Rekomendasi ini bersifat saran. Keputusan tetap di tangan editor.

Tahap 4: Keputusan Editor

Editor membaca semua laporan reviewer, lalu memberi salah satu keputusan berikut:

  1. Accept. Diterima tanpa perubahan. Sangat jarang untuk pengiriman pertama.
  2. Minor revision. Perlu perbaikan kecil, seperti klarifikasi, penambahan rujukan, atau perbaikan tabel.
  3. Major revision. Perlu perbaikan besar, misalnya analisis tambahan atau penulisan ulang pembahasan. Naskah biasanya ditelaah ulang.
  4. Reject and resubmit. Ditolak dalam bentuk sekarang, tetapi jurnal bersedia menerima versi yang diubah besar sebagai pengiriman baru.
  5. Reject. Ditolak. Kamu bebas mengirim ke jurnal lain.

Untuk penulis pemula, keputusan major revision sebenarnya kabar cukup baik. Artinya editor melihat potensi pada naskahmu.

Tahap 5: Revisi dan Keputusan Akhir

Saat diminta revisi, kamu mengirim dua dokumen: naskah yang sudah diperbaiki dan surat tanggapan yang menjawab setiap komentar reviewer satu per satu. Tanggapan yang rapi sangat memengaruhi keputusan berikutnya. Panduan lengkapnya ada di artikel cara membalas komentar reviewer.

Setelah revisi diterima, naskah masuk tahap produksi: penyuntingan bahasa (copyediting), tata letak, dan pengiriman bukti cetak (proof) untuk kamu periksa. Pada tahap proof, kamu hanya boleh memperbaiki kesalahan kecil, bukan menambah isi baru.

Berapa Lama Prosesnya?

Tidak ada angka pasti. Lama proses berbeda antarbidang, antarjurnal, dan bahkan antarnaskah di jurnal yang sama. Ada naskah yang selesai dalam beberapa bulan, ada yang lebih dari setahun. Untuk perkiraan yang lebih realistis:

  • Lihat tanggal diterima (received) dan disetujui (accepted) pada artikel terbaru jurnal tersebut.
  • Tanyakan pengalaman rekan yang pernah mengirim ke jurnal itu.
  • Baca informasi waktu telaah di situs jurnal bila tersedia, dengan catatan angka itu biasanya rata-rata.

Bila status naskah tidak berubah jauh lebih lama dari perkiraan wajar, kamu boleh mengirim email singkat dan sopan kepada editor untuk menanyakan perkembangan.

Membaca Status Naskah

Status di sistem daring sering membingungkan. Berikut arti umum beberapa status:

  • With editor: editor sedang memeriksa atau mencari reviewer.
  • Under review: naskah sedang dibaca reviewer.
  • Required reviews completed: laporan reviewer sudah lengkap, menunggu keputusan editor.
  • Decision in process: editor sedang menyusun keputusan.

Nama status bisa berbeda di tiap sistem, tetapi alurnya mirip.

Bila Naskah Ditolak

Penolakan adalah bagian biasa dari publikasi, bahkan bagi peneliti berpengalaman. Yang membedakan adalah cara menanggapinya. Langkah yang membantu:

  1. Baca alasan penolakan dan komentar reviewer, bila ada, dengan teliti.
  2. Pisahkan komentar yang berlaku umum, misalnya kelemahan metode, dari komentar yang khusus untuk jurnal itu, misalnya topik kurang cocok.
  3. Perbaiki naskah berdasarkan komentar umum, walau kamu akan mengirim ke jurnal lain. Reviewer di jurnal berikutnya bisa saja memberi komentar yang sama.
  4. Sesuaikan format dengan pedoman jurnal baru.
  5. Kirim ke jurnal pilihan berikutnya.

Mengajukan banding atas penolakan memang dimungkinkan di sebagian jurnal, tetapi hanya layak bila ada kesalahan nyata, misalnya reviewer jelas salah memahami metode. Ketidaksetujuan biasa tidak cukup menjadi alasan banding.

Sikap yang Membantu

  • Anggap komentar reviewer sebagai masukan gratis dari ahli, bukan serangan pribadi.
  • Beri jeda sehari sebelum menanggapi keputusan yang mengecewakan.
  • Catat semua komentar, termasuk dari penolakan, untuk memperbaiki naskah sebelum dikirim ulang.
  • Jangan mengirim naskah yang sama ke dua jurnal sekaligus selama proses berjalan.

Bila ingin tahu standar perilaku editor, reviewer, dan penulis, pedoman dari Committee on Publication Ethics (COPE) menjadi rujukan banyak jurnal. Memahami aturan main ini membuat kamu lebih siap menghadapi setiap keputusan, termasuk penolakan.

Scroll to Top